KaosBlog.com   Register To KaosBlog

My Life

• 11/15/2008 - Yang Terbuang dan Yang Membuang

Ada kisah tentang sebuah rumah baru
Pagar depan rumah hanya sebagai hiasan, pendek dan berongga lebar-lebar
Rumah yang indah di kelilingi oleh taman
Ruang-ruang yang cukup untuk mereka sekeluarga tinggali.

Hari-hari pertama masuk kerumah
Banyak sekali binatang yang datang berkunjung
Entah dari yang terbang hingga yang melata
Termasuk kelelawar hingga biawak
Ular sanca berbisa, kodok, burung, capung, juga kupu-kupu

Hanya kodok, burung, capung dan kupu-kupu yang tidak pernah diusir dari rumah ini.
Yang lain....
hm....tidak..bukan mati....
Pemilik rumah mengenal ilmu berkomunikasi dengan alam, maka dimulailah dari hari pertama, ketika kelelawar menggantung di atapnya, sang pemilik pun berkata:"Hey kau kelelawar, pergilah sana, jangan gantung di atapku, ini rumahku sekarang, jauh jauh sana" sambil menyoroti lampu spotlight ke arah kelelawar yang juga tidak mau pergi itu. Amat salah jika menganggap kelelawar takut cahaya, karena kelelawar yang satu ini tidak beranjak dari tempat itu semalaman.
Pemilik rumah pun sangat kecewa bahwa ilmu komunikasiya kurang tinggi dan lampu sorotnya tak berhasil mengusir kelelawar.

Tibalah hari kedua, sebelum menjelang malam, pemilik rumah pun duduk di depan teras rumahnya siap dengan segala perkakas mengusir kelelawar. Sayang tak satupun kelelawar yang datang hari itu. dan begitulah hari hari selanjutnya, rumah baru ini pun bebas dari kelelawar.

Sang pemilik rumah merasa bangga, ia dapat berkomunikasi dengan binatang.
Seminggu kemudian. Pagi hari datanglah seekor biawak besar, kira-kira sepanjang 2,5 m bermuka seperti buaya, berlidah seperti ular, berkulit seperti badak. Walah...walah..walahh...nyonya rumah baru selesai mandi pun terlocat ketika melihat biawak itu ada di halaman rumah. Cepat cepat ia memanggil suami sang pemilik yang sedang mandi. Tak sempat berpakaian (di bungkus handuk) keluar dari kamar mandi. Pagi itu sungguh menegangkan mereka sekeluarga terdiam ketakutan melihat biawak itu berusaha memanjat tembok untuk kerumah sebelah. sayang tembok itu lebih tinggi dari tembok cina. Oh kasihan sekali ia telah berusaha keras disana.

Masih terlalu tegang di teras. Salah satu anak sang pemilik pun berusaha membantu dengan mencari nomor telepon Satpam komplek yang ternyata ditulis Sampam oleh pemilik rumah. Maka dikiranya, mungkin itu sampam yang untuk pertolongan banjir, maksudnya sampan. jadi nama Sampam pun terus terlewat dan tak ketemu nomor Satpam komplek. "Bodohnya kau anakku, masa cari nomor Satpam pun tak bisa, sini hpku, awas ya! kalau aku yang cari sampai dapat, berarti kau benar-benar bodoh" ujar sang ayah panik kepada anaknya. Rupanya memang Sampamlah yang ditelepon. Begitulah Ayah dan anak ini masih sempat tertawa melihat satu sama lain. Maka jadilah Satpam itu datang kerumah dan menangkap biawak itu segampang menangkap ayam kampung. Mission Accomplish!! Tapi shock nyonya rumah tak kunjung hilang, sampai segelas teh manis hangat di teguknya dan tak bisa tenang berada di teras hingga berhari-hari.

Satu bulan setengah berlalu, dua bulan, rumah ini begitu indah adanya dilihat dari luar maupun dalam, semua orang yang lewat pasti ingin berkomentar sesuatu. Pagi hari matahari akan jatuh menyinari tepat di pintu utama rumah, pada sore hari angin sepoi sepoi, pada malam hari akan terdengar suara binatang malam, termasuk "nyirk, nyrik, singggg.....dan krok...krok.."kodok.

Semua tampak indah sampai hari itu datang, seekor ular sepanjang satu meter ternyata ditemukan masih hidup di taman dekat dapur. oohhh, pantas saja kodok disana cepat habis. Mungkin karena di makan oleh Ular ini....semua panik dan keluar dari kamar untuk sejenak melihat kepala ular yang hanya muncul sedikit dari bawah dan kemudian hilang lagi. Akhirnya pemilik rumah pun sudah jengkel, "binatang ini sudah diberitahu berapa kali supaya jangan datang ke rumahku, tetap saja datang. Kalau besok pagi kita masih melihatnya, maka bunuh saja !! " perintah tuan rumah. "Masa sudah di kasih tau masih bandel aja."

Begitulah keesokan harinya, ditugaskanlah seorang OB dari kantor untuk datang kerumah menangkap ular sanca itu. begitu serunya aksi penangkapan ular sepertinya kalau direkam tak kalah dengan almarhum Irwin di Channel Animal Planet. Tak berhasil dipegang, ular itu masih sempat meloncat dan hampir menyerang OB, maka di tendang dan di injaklah ular itu, hingga ada luka di badannya, lalu begitulah ular pun terbuang jauh dari rumah itu.

Sing.......singg.......nyrik.nyrik....krik...krok...krok...

Panik telah tentram kembali, kucing kucing liar pun sering datang lewat pagar yang punya ruas lebar-lebar itu. Ada sepasang dari mereka yang bersemi cinta di dalam kardus sang pemilik yang letaknya dekat garasi. Dua kitty kecil kecil pun terlahir, masih terlalu kecil untuk dibilang lucu, mungkin lebih terlihat jijik daripada lucunya.

Sepulang dari jalan pagi pemilik rumah menghampiri kardus itu dan "HAHH?!?" kaget ada 2 binatang kecil jijik didalamnya, Ia pun membentak pembantu rumah, kenapa sampai kucing pun bisa beranak di dalam kardus yang tinggi itu? pasti kardus itu sudah lama tidak digeser-geser sampai kucing pun sudah beranak.

"Lho? kardus ini baru 2 hari ini" tangguh si Mbak. "Cepat! ambil kardus ini buang jauh jauh sebelum Ibunya balik, mana bole dibiarkan gini, lama-lama jadi sarang kucing nih rumah gue, enak aja tuh kucing" ujar pemilik rumah bagai si penguasa hutan.

Dua anak kucing itu tak berdaya di dalam kardus terpaksa pun terangkut bersama kardus-kardusnya diantar dengan mobil kijang oleh supir Tuan rumah, di buanglah ke seberang komplek yang ada sekolahan negeri itu. Berapa lama kemudian induk kitty pun kembali, "meong meong" mencari anaknya, tapi tak ada suara, dikelilingi hampir seluruh taman rumah itu, berharap anaknya sudah pintar berjalan, tapi belum juga terdengar suanya. mereong reong kucing itu memanggil anaknya, oohhh hati siapa yang tak pilu? beginilah setiap malam induk dan kucing jantan bergantian mencari anaknya di sana dekat garasi sana. setiap siang, sore, malam, terdengar bunyi kucing mencari anaknya. Terkadang sang induk masuk ke dalam pagar rumah, sedang yang jantan menunggu di luar pagar.

Sampai suatu ketika, saya rasa induk itu bagai hati seorang ibu begitu pilu mencari anaknya yang tak kunjung ketemu, mungkin puting susunya pun sudah sakit karena setelah melahirkan tidak ada yang meminum susunya, meong meong kecapean, ia pun terduduk menghadap tembok rumah. seakan sudah menjadi gila. oh malangnya sang kucing. begitulah setiap hari silih berganti masalah sang tuan rumah tak kunjung selesai, setelah membuang anaknya, kini suara kucing memanggil itu yang mengganggunya. Tak ada yang bisa diperbuat, selain terus terus mengusir kucing itusetiap mendengar meonganya dengan suara pecah"reong reong reong....".
 
Yang terbuang dan yang membuang. sama-sama pedih dan pilu.
Semoga alam menjaga semua makhluk di luar sana dan di dalam sini.
Comments (4) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 11/9/2008 - Penyadaran diri

Sepanjang kaki melangkah ada kabut
Ada yang selalu memberitahuku untuk melepas kain hitam yang menutup di mataku
Aku terlalu sibuk mencari jalan dan tak menghiraukan mereka

Katanya ada yang lebih tinggi dari ibadat, doa dan cinta kasih.....
Penyadaran diri

Ketika aku tersadar akan semua ini
Tak lagi mampu berkata-kata
Sekarang, aku lupa apa itu sadar

Belajar dan melupakan, Lakukan dalam tindakan
inilah filosofi yang pernah kupelajari
Kini, aku melakukannya tanpa mengingat apa yang telah kupelajari
Suatu saat...
Aku lupa mengapa aku melakukan ini, dan apa yang sedang kulakukan
Begitu tololnya diriku sehingga benar-benar mengosongkan diri dalam kehidupan yang penuh

Kini aku bukanlah siapa siapa
Bergabung bersama kabut
Mengarungi hutan belantara kehidupan
Comments (1) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 9/14/2008 - Malaikat egois


Andai malam ini aku adalah malaikat

aku akan terbang dengan sayap lembutku menuju bulan putih nan terang disana
Aku akan menari nari diantara angin malam dan selendang putihmu langit

Menghiasi indahnya pelangi disekeliling bulan dengan percikan kesucianku sebagai malaikat

Aku ingin menangkap bulan turun hanya untuk ku nikmati sendiri lebih dekat
Aku ingin berada dan duduk di tempat dimana aku tak harus menengadah untuk melihat bulanmu, malam.
Leherku pegal

Aku ingin membeli sejagad langit malam ini agar tampil setiap malam
Oh malam, jika kau memang bernama
Kenalkanlah, aku sang malaikat tak nyata
impianku malam ini adalah malam kau saja

berdiri di atas atap rumahku sendiri dan benar benar seperti langit milikku
tak ada satupun tetangga yang keluar dan melihat malam yang beeeegggitu indah
Aku memilikinya seorang diri
Ingin kutawan diriku di dalammu malam selamanya
Antar aku kesana dengan selendang lembutmu langit
Antar aku dan tak perlu mengantarku kembali

BUMI, lepaskanlah gravitasimu untukku, hanya malam ini saja
aku ingin menurunkan bulan.....
 
Comments (1) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 9/14/2008 - Andai malam bernama


Malam, kalau kau memang bernama
Hari ini kau indah sekali
Terangmu bulan bisa membuat bayang rumahku terlihat dibawah bulanmu
malam ini tak perlu lampu
bulan sangat terang
pantas saja orang china senang merayakan bulan purnama
karena memang begitu menawannya

lukisan langit malam ini berpelangi
bulan yang dikelilingi sinar putih dan awan disampingnya berwarna pelangi bentuk bulat
Aku senang melihat bulan malam ini
Tidak selalu benar kalau malam itu gelap.
Malam ini, langit begitu terang.

Prinsip Yin dan Yang memang terbukti benar
pagi dan siang tadi langit sempat mendung dan hujan, serta angin besar meniup
langit dan polusi pun disapu bersih
agar malam, bulan tampak di depan awan
kemudian malam yang seharusnya gelap menjadi begitu terang
malam hari ini berwarna biru
langit pun bahagia rasanya menarikan sinar bulan dan awan bagai selendangnya

orang sakit pun ketika melihat bulan malam ini akan sembuh dari pikirannya
burung pun berkucit layaknya subuh di awal hari
luar biasa malam, jika kau memang malam yang bernama

ku ingin memberimu nama, malam, hanya untuk malam ini saja.
 
Comments (1) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 8/27/2008 - Butir Gentel Suara

Celoteh burung di pagi yaum menutup semua suara di mimbar biru Seisi dunia hanya suara burung Bahkan angin pun membawa bahana burung Matahari mengangkat pagi terdiam Membiarkan bayu meniup awan menutupinya Pohon-pohon, daun daun, dan batangnya semua bertemu untuk diam Membiarkan si cerewet misbah berceloteh menghinggap di dahan mereka. Embun pagi membawa denyut asa bagi bahtera hidup Andai aku punya pengambil bena yang cukup besar Aku akan membiarkan burung hinggap di daun telingaku berkumandang disana Tak terasa Mentari yang mengintai telah mengambung setengah tangga di antara pohon cemara Menyalin kelirnya dari merah, jingga, menjadi kuning terang. Ufuk kini antara meninggalkan mimbar dan menaiki bumantara melipur Ain girang mengagah Pelipur semak-semak hati Tilikan yang tiada banding dari LCD TV terbesar Stereo audio terbaik didunia Sinkronisasi suara dan pemandangan yang ada di titik mata Mengairi lubuk hati untuk bersemi tunas ini Satu tiitisan air yang menetes Pelan pelan menarik nafas Hembus dengan terima kasih Syaman yang menjadi pelita hari Hening...ning..ning... Dengarkan bagaiamana embun menetes ke daun berikut menemukan keindahannya!  
Comments (0) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 8/21/2008 - Us Against The World


You and I, we’ve been at it so long
I still got the strongest fire
You and I, we still know how to talk
Know how to walk that wire

Sometimes I feel like
The world is against me
The sound of your voice, baby
That's what saves me
When we're together I feel so invincible

Cause it's us against the world
Me and you against them all
If you listen to these words
Know that we are standing tall
I don't ever see the day that
I won't catch you when you fall
Cause it's us against the world tonight
 
Us against the world
Against the world

There’ll be days
We’ll be on different sides but
That doesn’t last too long
We find ways to get it on track
And know how to turn back on

Sometimes I feel
I can’t keep it together
Then you hold me close
And you make it better
When I’m with you
I can feel so unbreakable


We’re not gonna break
Cause we both still believe
We know what we’ve got
And we’ve got what we need alright
We’re doing something right

 
Comments (3) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 8/20/2008 - 20-08-2008, 20:08

2
0
0
8


to be continue.....
 
Comments (3) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 7/30/2008 - Wawasan dan Realitas

Seperti laut dan tak ada yang mendalami
Ibaratkan segedung perpustakaan yang sepi tanpa pengunjung
Semua orang diluar menuliskan sebagian dari isi perpustakaan itu
Kemudian mendirikan imperium pengetahuan bagi sebuah kelompok besar
Dan populer bagai perpustakaan

Kemana perginya pengunjung perpustakaan yang cuma satu dua itu?
Aku bertemu salah satu dari mereka yang mempunyai perpustakaan dalam benak mereka
Seorang teman pernah berkata kepadanya:"Kamu tidak perlu takut api membakar buku-bukumu, karena buku2 itu telah ada didalam otak dan pikiranmu"
Orang orang seperti ini sebenarnya adalah mereka yang mengirim artikel ke surat kabar terkemuka dan malah ditolak
Orang orang seperti ini yang seharusnya punya jabatan tinggi dan uang banyak

Tapi Realitas berbeda dengan wawasan
Realitas menunjukkan, justru orang ini adalah yang terpinggirkan

Orang yang berbekal kekuasaan dan uang justru jadi sorotan publik
Walau biola tak berdawai, tetap saja bisa jadi film.

Justru yang memasangi dawai pada dirnya dan berbunyi sejatinya merdu, malah seperti ini realitasnya..wawasan luas yang selalu membaca, rajin menulis, dan terus ditolak


Sedih sedih.....
 
Comments (2) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 7/27/2008 - Menatap pagi diangkat matahari

Menatap indahnya awan subuh menunggu hadirnya matahari
Sungguh menggugah perasaan
Dari tempat terindah di dunia( lantai paling atas rumah baruku yang dibuat khusus untukku yang menyukai astronomi) aku melihat bagaimana anak anak awan memuja matahari dengan tarian merah dan jingga serta kuning terang bercampur ria. Aku duduk termenung menyeruput teh dandang yang wangi pemberian dari teman baiknya teman baikku...hanya mendengar....dengar suara kicau burung yang bebas terbang dekat rumahku yang tepatnya didepan sungai besar, aliran arus sungai di pagi yang deras tapi lembut, juga melihat asap sampah yang bergerak tegak lurus ke atas, karena tak ada angin yang mengganggu, di batang dan dedaunan pohon pohon sebelah sungai itu menjulang tinggi, ada banyak jenis burung yang belum satu per satu kuteliti.. tapi yang pasti udara pagi disini lebih segar daripada rumahku yang sebelumnya...

Aku bersyukur bagaimana aku terpanggil dan bangun begitu paginya dan bisa menikmati indah, segar dan nyanyian indah pagi hari....

Selamat Pagi!!!
dan Pagi yang Baik
 
Comments (1) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 6/2/2008 - There's Always You

Awan yang kulihat dari padang rumput, luas sekali
Apa guna rumah besar di tepi danau itu?
Atapnya saja sudah menjadi topi besar menutupi pandangannya

Beberapa orang mendengar cerita tentang dirimu
Begitu selesai aku bicara, semua mengatakan
Betapa hebatnya dirimu
Berjuanglah!!!!

Cabikanmu mengenai hatiku
Cangkirku mulai bergoyang menghitung hari
Carilah aku kemanapun kusembunyi

Dari sinilah aku memulai
Disana aku pergi

Entahlah....
Endapan ini sudah keruh
Endusan baumu sudah memudar
 
Comments (0) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 5/15/2008 - What the Heaven??!!!??

Satu minggu berlalu bersama orang-orang terdekat yang tinggal nan jauh di benua yang terpisah;
Benua Eropa, benua Australia, benua Asia, dan Benua Amerika, semua berkumpul di sudut ruang makan di kediaman nenekku yang sudah reot itu.

Di meja tua itulah kita membahas, memarahi, dimarahi, tersenyum diam ketika ada ledekan, tertawa melihat keponakanku bermain dengan mie di rambutnya, mendorong meja ke kiri dan ke kanan, terkena lemparan mie dan nasi putih yang menempel di pipi kita, menari-narikan pantat kita di atas kursi yang sudah goyang oyong itu, dan bercengkrama atas nama persaudaraan.

Banyak moment yang bisa kita lihat dan lihat kembali.
Semua itu sungguh berharga
Aku yakin semua dari kita juga sangat menikmati moment berbahagia tersebut
Telebih lagi melihat pasangan suami istri(paman dan sekarang bibiku) yang karena pernikahan merekalah membuat semua anak cucu cicit dari berbagai benua, berkumpul di meja reot itu.
Bayangkan jika kita menaruh sikut kita di sudut  meja kanan, maka ujung meja kiri akan terangkat, Sebagai informasi meja ini berbentuk elips. jadi sebenarnya keberadaan dua orang di sudut meja sudah cukup membuat keributan yang amat sangat dengan tumpahnya kuah di meja, di tambah lagi dengan kehadiran 2 orang cicit yang hobinya melempar dan memegang apapun yang ada di dekat mereka. oh....bayangkan keramaian dimana 10 keluarga yang duduk disana dan meletakan sikut mereka bergantian...
Untung saja, penglihatan sang pemilik meja makan(nenekku) sudah agak buram, jadi dia tidak tahu mejanya sedang terjadi gempa dasyhat ketika semua orang berbicara dan makan.

Sudah tak penting lagi, apakah makanan di atas cukup atau tidak cukup, enak atau tidak enak, yang penting semua orang ingin berbicara, dan semua orang ingin didengarkan. Jadi untuk itulah mereka  lebih mengencangkan volume suara agar lebih diperhatikan daripada yang lainnya, sering juga ada yang berbicara begitu asiknya sambil memukul-mukul meja makan. mangkok dan piring piring sering melompat keudara selama beberapa mili detik...

Aku selam seminggu itu hanya duduk dan mendengarkan. mengangguk dan berjalan.
Sungguh sebuah pengalaman tak terlupakan.
 
Comments (2) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 5/15/2008 - New Ryhme at the Bookstore

Seorang temanku begitu senang, Ia mendengar lagu baru

Nada semua sama, tapi lagu dengan nada yang menari menciptakan yang baru.

Percaya dan harus percaya, bahwa lagu baru itu tidak dapat kita cari dan tangkap

Tarian nada itu yang 'memanggil' kita

Barulah kita dapat.

Untuk mendengar memang dibutuhkan kesadaran dan keheningan

Karena banyak nada yang berbunyi.
 
Comments (0) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 5/15/2008 - Be Still

S.I.L.E.N.C.E

                 L.I.S.T.E.N

                              S.O.L.I.D.T.U.D.E
 
Comments (0) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 5/15/2008 - Accept

Kita dapat berusaha menutup mata, tapi bukan untuk tidur
Kita dapat berusaha berbicara, tapi bukan untuk mengerti
Kita dapat berusaha ramah, tapi bukan untuk disukai

Kepasrahan ketika kita menutup matalah yang membuat kita tertidur,
Kepasrahan ketika kita berbicara tanpa berbicaralah (silence) yang membuat kita mengerti
Kepasrahan untuk tersenyum tanpa sengaja tersenyumlah yang membuat kita disukai

Kepasrahan adalah sebuah bentuk penerimaan (acceptance) tak bersyarat terhadap semua kondisi.

Kita sudah berusaha melakukan
Hal lainnya........ biarkan kepasrahan kita yang bekerja. 
Comments (0) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 3/2/2008 - Penghubung

Berpijaklah !
Langit di atas.
Tanah di bawah.
Manusia berada di tengah.
 
Comments (1) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 2/27/2008 - Cat Accident

Jakarta-Barat, 27 Februari 2008, 9an pagi tadi, Sebuah sedan Toyota Camry tahun 2007 berwarna hitam dengan nomor mobil B 999 GS telah menggilas seekor anak kucing berbulu orange loreng putih tepat di depan putaran balik nasi uduk kebon kacang Puri Indah.

Aku berada tepat dibelakang mobil Camry tersebut.......sungguh pilu rasa hatiku.... anak kucing sembilan nyawa itu, tergilas di kepalanya, tapi dia belum bisa mati, tubuhnya klepar klepar, mati tak sanggup, hidup tak mungkin. Aku yang sangat shock langsung menyalakan lampu sen kiri untuk menghindari menggilas kucing yang klepar klepar itu...begitupun mobil2 dibelakang yang berusaha tidak lagi menggilas sampai mati anak kucing itu.

Begitu tragis kehidupan........


Sebagai pecinta alam dan makhluk didalamnya, aku sungguh tidak tahu, apa yang harus kuperbuat disaat seperti itu....hanya dapat menutup mulut dengan gumpalan tanganku, gementar, dan satir sekali rasa hati.....apa seharusnya aku gilas saja sekali lagi biar langsung mati? daripada biarkan dia setengah mati seperti itu, atau seharusnya aku memberhentikan mobil kemudian mengangkat dia langsung ke dokter hewan yang terdekat? atau bagaimana?

Kita pengguna jalan tidak selalu mempunyai banyak waktu untuk memikirkan nasib seekor anak kucing yang menyebrangi jalan raya penuh sesak itu.

Aku yakin si pengguna mobil penggilas itu juga tidak sengaja menggilas anak kucing itu, rasa bersalah bercampur dengan martabatnya pengguna jalan yang punya hak menggilas apapun yang di jalan dan legal tanpa di perkara hukum....Apa yang kita dapat harapkan dari hak yang begitu besar sebagai makhluk paling agung sejagat raya untuk menolong makhluk kecil itu, yang nyawanya hanya disejajarkan dengan garis putih pembatas jalan.

Aduh....Aduh...tolong.....semoga, ada mujizat yang menolong kucing malang dan semua orang yang merasa pilu untuk melihat kucing setengah mati disana. 
Comments (2) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 2/16/2008 - Kehidupan

Kehidupannnn....
Aku tahu, aku belum seharusnya menuliskan tentang kehidupan
Tapi memang benar....
Yang hidup susah justru menjalankan kehidupan dengan baik
Yang hidup berkelimpahan malah hidup hura hura tak berbatas

Sudah lama, aku ingin menulis  tentang ini, tapi pada waktu itu rasanya belum cukup ramuan.

Hidup di tengah-tengah susah dan kelimpahan juga tidak mudah
Kita tak berwajah...
Kaya bukan......, miskin.......? tidak
Baik tidak, buruk juga bukan
Benar dan salah
Mutiara yang kupetik kali ini sungguh menakjubkan, membuatku memutuskan untuk menulisnya di sini

Tapi kata dan kalimat ini juga terbuat dari segala ketebatasan yang ada.
Dalam tidak...dangkal juga bukan..
Mutiara memang tak bisa dimakan dan dijelaskan. Hanya dapat dilihat dan diraba.
Tapi Kesejatian sebutir mutiara memang tak tertandingi.
Ia ada karena seekor kerang yang terluka kesakitan.
Begitulah orang yang di tengah tengah......
Belajar dari sebongkah daging berlendir tak berharga yang bisa menghasilkan sesuatu yang berharga

Aku juga tak tahu lagi harus hidup dalam era penganut teori yang mana?
Karena idealisme kapitalis, marxisme, postmodernisme, tradisional, leninisme, fasisme, nazisme, komunisme, atheisme, teologi....Semua megelilingiku
Membuatku dapat mengangguk sekaligus berkata tidak
Membuatku mengatakan brokoli untuk memesan buncis
Membuatku menelpon disaat sibuk
Membuatku kontempelasi disaat aku sendiri
Hampir menjadi gila diantara kegilaan yang lain

Aku sendiri tak mengerti, mengapa banyak orang rela datang ke suatu tempat yang ber-sound sistem canggih, penuh asap, kerlap kerlip, membeli sebotol bir, sebungkus rokok, sepasang baju yang keren penuh status, rias cantik, parfum yang bahkan tak tercium lagi wanginya, bertemu orang asing dan menari-nari disana pada jam dimana seharusnya manusia homo faber sudah terlelap tidur ?
Aku juga bingung, mengapa aku ikut berdansa disana, ketika hatiku penuh gejolak seperti ini.
Apalagi jika kita sadar, kita adalah komoditas bagi orang-orang tertentu.
Kita yang masih mengandalkan gaji bulanan, bonus tahunan, bahkan uang orang tua kita, ataupun uang kita sendiri hasil menang lotere....tetap saja tidak worthed untuk di foya di tempat seperti itu.
Kita sendiri adalah orang orang susah yang masih merangkak-rangkak meminta sedekah pada atasan, pada konsumen kita...........hanya demi memberi asap untuk dapur kita.

Apa yang kita lakukan di tengah malam jam tengah malam seperti itu?

Jika bukan seharusnya sudah terlelap menikmati ranjang baru hasil kerja keras kita,
Menikmati AC berion baru yang baru kita beli hasil menabung sekian lama,
Bersama pasangan kita yang sudah lama kita perjuangkan untuk kita nikahi,
Buku penuh ilmu tak terbeli yang tergeletak lama di rak buku kita.
Bukankah seharusnya kita menikmati semua itu?
atau setidaknya memikirkan suatu rencana perubahan untuk lebih baik lagi?

Ironi kehidupan ini sungguhan.
Berada di antara pertengahan juga bukanlah hal mudah karena kiri kanan atas bawah tak ada yang dapat dipercaya, kecuali nafas kita.

Apalagi? selain politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, sportifitas, hiburan, pekerjaan, edukasi, fashion, media, sistem dan segala filosofi yang membuat kita makin gila makin gila dan semakin gila untuk menjalankan kehidupan ini...

Huh....sungguh tak berguna....
Pada ujungnya kita menemukan kutub utara-selatan-barat-timur adalah sebuah sistem yang kita hidupi dan mengira diri kita begitu bebas..
Sungguh bodoh...amat bodoh...dan cukup bodoh untuk dianggap makhluk terpintar sejagat.
Hiduuuupppp....hiduuuuuppppp...
 
Comments (2) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 1/31/2008 - Mengejar Matahari


Hari semakin gelap
Sehari penuh kita melihat ke bawah
Hampir melupakan untuk menatap ke atas
Pengalamanku dua hari ini adalah mengejar matahari
Berjalan sesuai haluan dimana matahari itu bersinar terang
Saat sampai dan berhenti untuk menikmati
Sinarnya kembali harus dikejar
Akupun harus berhenti dan menyadari bahwa hari sudah gelap
Waktu sudah berlalu
Merasakan waktu yang hadir sekarang
Bukan lagi mengejar waktu untuk menikmati waktu


 
Comments (2) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 1/29/2008 - Menyeberangi anak

Pagi ini, seperti biasa aku mengendarai mobil kesayanganku.
Sambil mendengarkan musik yang sedang menjadi musik favoritku,
Aku pun melaju perlahan dengan mobilku,
Tiba-tiba ada sebuah motor besar yang dikendarai oleh seorang pemuda berhelm pembalap keluar dari gang kecil sebelah kananku dan kemudian berhenti ditengah jalan memposisikan motornya horizontal, menghalangi mobilku dan juga mobil lain di jalur sebelahku.
Ia seperti preman memarkirkan motornya menyilang diantara dua lajur jalan dan kemudian mengayun ayunkan tangannya.
Aku pun agak kesal dan bingung apa maksud perbuatannya???!!!??
Tetapi aku tidak mengklaksonnya, aku hanya menunggu dan melihat, apa gerangan seorang pemuda balap ini ditengah jalan seperti ini. Dalam hatiku berkata"TIdak tahu diri!!!"
Seorang anak SD yang masih ingusan, sekitar umur 6 atau 8 tahun, dengan tinggi badan yang tidak lebih dari pintu mobilku, lari menyebrangi jalan, terbirit-birit ala anak kecil, begitu senang, ceria, da tanpa beban menyeberangi jalan bagai burung yang terbang diatas permukaan laut.
Ia mungkin sudah menunggu di seberang jalan begitu lama, ingin menyebrangi jalan raya yang terus-terusan berlaju mobil, motor, bajaj, dan angkot yang berhenti dan kemudian jalan tiba-tiba.
Aku pun tercerap dalam moment itu. Sang pemuda bermotor yang berhenti didepan mobilku. Ia hanya berusaha membantu anak itu.
Aku begitu terkesan bahwa di hari yang cerah ini, dan jalan yang semerawut, masih ada saja orang baik yang memperhatikan seorang anak kecil yang ingin menyeberangi jalan.
Perbuatan sepele sang pemuda pagi ini itu membuatku terinspirasi untuk mengabadikan perbuatannya dalam hidupku.
Terkadang berlaju lebih cepat satu dua menit, tidak membuat saya lebih tercerahkan dari pagi ini.
Pagi menjelang siang ini, aku pun menyempatkan diriku pergi ke perpustakaan dan melihat lihat buku, melanjutkan hariku.....
Thank for the unexpected inspiration!!!
 
Comments (1) :: Post A Comment! :: Permanent Link

• 1/28/2008 - Do You Know??

In Zen(Japanese language)meditation or Chan meditation(Chinese language), this is a stick called:
STICK OF COMPASSION

Keisaku is a zen wakefulness stick with which a zen master alerts meditators but anything in life can serve as a wake-up call to awaken your awareness. 

Japanese: 警策; kyosaku in the Soto school) is an attempt by a sensei to alert students to their mindlessness in zazen (sitting meditation) through a strike, usually administered by a stick on the shoulders. An English translation is stick of compassion.

The image “http://www.yomiuri.co.jp/dy/columns/0005/img/lens177_04b.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

In a more colloquial fashion, a keisaku is a "reality check", or something that alerts one to further contemplate their situation, in order to understand and work things out.

In Soto Zen, the Keisaku is always administered at the request of the meditator, by way of bowing one's head and putting the palms together in gassho, and then exposing each shoulder to be struck in turn. In Rinzai Zen, the stick may be used at the discretion of the Ino, the one in charge of the meditation hall. It is not a punishment, but a means to reinvigorate and awaken the meditator who may be tired from many sessions of zazen.

Keisaku sticks occur only in Zen, not in other Buddhist schools such as Theravada, Mahayana, or Nichiren.

I was too nervous to get hit when i was in a Zen meditation retreat.
 
Comments (1) :: Post A Comment! :: Permanent Link

About Me

It's all about me, my friends, and other elements in the WORLD...I couldn't stop to write about!

Recent Posts

• Yang Terbuang dan Yang Membuang
• Penyadaran diri
• Malaikat egois
• Andai malam bernama
• Butir Gentel Suara
• Us Against The World
• 20-08-2008, 20:08
• Wawasan dan Realitas
• Menatap pagi diangkat matahari
• There's Always You
• What the Heaven??!!!??
• New Ryhme at the Bookstore
• Be Still
• Accept
• Penghubung
• Cat Accident
• Kehidupan
• Mengejar Matahari
• Menyeberangi anak
• Do You Know??
• Catch-22 (alias Dilemma)
• Wild happiness
• Sini dan ini
• Isn't it lovely?
• Hujan
• Silentium Magnum - PuReWaTeR -
• Cerita dalam gua
• NEED VACATION
• If that okay with you- Shayne Ward
• If Fire is Water
• Can you write something looking at this picture?
• Worse night to morning
• K.A.U
• Satu hari bersama ulat
• Chess drives me Crazy
• Cara baru tidur
• Seharusnya dunia ini begitu indah
• Keruh dan jenuh
• Incheon-Seoul-Busan-Daejong-Seoul-Incheon
• Karang darimu
• Timeless zone
• Irama Waktu
• Daily Happiness
• National Siesta Day
• To Be
• Tonight
• Penitence
• Asketisisme dan Agere Contra
• Perjumpaan
• Orang pertama
• Terhilang dari waktu
• setengah sempurna yang sempurna
• Happiness
• My favorite and your favorite
• Concious the unconcious
• T’ai chi terselubung
• One on R.O.D
• Seseorang menyadarkanku atas ini. Terima Kasih !
• Juxtaposition
• Nafasku
• Happy World Day
• Pinggang Langit
• Hadapi Hari Kartini
• Suara yang tak asing
• Bunga Liar
• April Fool
• World Water Day !
• Apple of the period
• Terinspirasi dari Aufklarung
• Enlightment
• "Sorry" can't cure
• Nostalgia..waktu itu
• Merry Day For Us
• Voiceless Voice thats trying to say things
• Experience the 'Revolutio' - Late Latin
• Gong Xi Fa Cai (Bacanya kong si Fa chai)
• Happy Valentine
• When we hold on the air
• once upon a time (Conversation)
• Flood
• Filsuf Socrates
• Kantong hitam
• SAKURA
• Thank you my friend
• Sandiwara belaka
• Tak bernyawa tak bernama
• Seekor anak kambing
• Gracias
• At Night
• Tergugah
• Rindu tak berujung
• It's Now or Never ?
• Too Great to be Greatest. Too miss to be miss.
• Once one said before
• Hohohohoho...
• Beach
• Happy mother's day !!!
• 4 Hari berturut-turut
• Woodlands to Ang Mo Kio
• NOT ALL
• Empatimu
• ZEN
• Cold War
• Asrama Jiwa
• Sekarang menjadi Pathos
• Finding Peace
• To who that has philosophy
• Menelusuri kehidupan lain
• CABIN
• Feel Sa Fad
• Blur Distinction
• Lyric hari ini
• die Liebe
• Disorientasi pikiran
• For The Rain
• Sadarkan aku
• Serangan Fajar
• Pasrah
• BLinD PainTer
• Tears for son of the sky
• under estimate
• Jika bayangan adalah kehidupan
• Aduh..du..du...
• A letter for the son of the sky
• Pertemuan yang tak berujung
• Seperti bermimpi
• Today...I Learn about Effort
• Tak pernah lelah
• If I were a Bin
• The one who think he is nobody at the time, become somebody in the time
• The town where i live
• Learning by feeling
• Pondok Indah Mall 2 .......MATI LAMPU
• Embun
• When you know it..you'll think it
• Positive Thinking :D
• 3 hari yang merubah
• What's Touch Means
• Diam
• I’m a ‘Scene’writer
• To you who had never visit my blog anyway!!
• Pohon
• Palu
• 8-19 ini
• Bermain dengan waktu
• Mu....a....ach....
• Aku menemukan apa yang hilang
• YY
• A View in The Morning....
• MEREKA
• "Everything You Want"
• The Real You !!
• M.S
• Part Of Art
• Back Home
• Untitled
• HOW
• O.U.T
• Anger V.S Calm
• Anger
• Perubahan
• Mata, Air, Api , Tanah....
• Baiklah
• Hahaha..:D
• Maaf..Maaf..Maaf yang sudah berlalu lama....
• Kontroversi Definisi Pluto bukan Lagi Planet
• Ah !
• Night of imagination
• Masak Nasi Pake Air Teh??? Pengen tau?
• Tragedi WTC NY
• Kabar Baik
• Antara Duyung dan Manusia Duyung
• Bernafas dalam Air dengan Insang Buatan
• Bahayanya Bila Kurang Tidur
• No Sleep
• Perjalanan malam menjelang pagi
• Hal tak terlukiskan
• HoW am I Suppose to Be??
• Nichts
• Back on track again
• Ketidaksempurnaan yang sempurna
• Ritual minum teh
• Kopi
• melewatkan kesempatan
• Tidak !!!
• Read It !
• Apapun
• Ledakan
• Vision
• Kembali menjadi tanah
• Selamat Pagi dunia.....
• Oh...apa yang terjadi terjadilah.....
• TAO in words
• Usaha yang tidak sia-sia
• Lagi...
• sudah terlambat....
• Entahlah...
• Tao
• Selamanya Terbebaskan
• Kunci kehidupan terletak pada Air

Links

• Home
• View my profile
• Archives
• Friends
• Email Me
• My Blog's RSS
• Aria the Animation

Friends

Page 1 of 15
Last Page | Next Page